Sabtu, 15 November 2014

MULUT

Kritikan mulut itu
Sudah biasa kudengar 

Kritikan mulut itu 
Sudah lali kudengar 

Kritikan mulut itu 
Sudah bosan telinga aku mendengar

Kritikan mulut itu 
Datang dari mulut itu
Mulut yang hanya bijak berkata-kata
Tanpa menggunakan
Akal yang dikurnia oleh 
Sang Pencipta 

Kritikan mulut itu
Hanya pencakar hati
Yang lembut seperti sutera

Kritikan mulut itu
Bisa dirawat 
Dengan sabar dan ketenangan
Yang tinggi tahapnya

Sedarkah kita
Mulut yang kita guna 
Untuk bercakap
Untuk makan 

Mulut inilah 
Racun paling tajam yang akan bunuh kita 
Di padang mahsyar kelak

Walau mulut itu 
Mengatakan baiknya kamu
Itu tidak menunjukkan
Isi hatinya yang kotor serta busuk




Tiada ulasan:

Catat Ulasan