Sudah biasa kudengar
Kritikan mulut itu
Sudah lali kudengar
Kritikan mulut itu
Sudah bosan telinga aku mendengar
Kritikan mulut itu
Datang dari mulut itu
Mulut yang hanya bijak berkata-kata
Tanpa menggunakan
Akal yang dikurnia oleh
Sang Pencipta
Kritikan mulut itu
Hanya pencakar hati
Yang lembut seperti sutera
Kritikan mulut itu
Bisa dirawat
Dengan sabar dan ketenangan
Yang tinggi tahapnya
Sedarkah kita
Mulut yang kita guna
Untuk bercakap
Untuk makan
Mulut inilah
Racun paling tajam yang akan bunuh kita
Di padang mahsyar kelak
Walau mulut itu
Mengatakan baiknya kamu
Itu tidak menunjukkan
Isi hatinya yang kotor serta busuk
Tiada ulasan:
Catat Ulasan